Category: Uncategorized

Marjin kontribusi

Marjin kontribusi Marjin kontribusi adalah selisih antara harga jual dan biaya produksi variabel yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi. Marjin kontribusi bukanlah lab kotor usaha, dan dihitung dengan mengabaikan biaya tetap yang dikeluarkan perusahaan. Jika perusahaan telah mencapai titik impas (break even...

Strategi Penetapan Harga Jual Produk

Strategi Penetapan Harga Jual Produk Manajemen perusahan memiliki berbagai hal untuk dipikirkan dan dilakukan guna mencapai tujuannya. Salah satu hal penting yang harus selalu diingat oleh setiap pengelola perusahaan adalah bahwa perusahaan tidak sendirian ketika beroperasi disuatu wilayah tertentu. Perusahaan selalu...

Jenis-Jenis Pajak

Jenis-Jenis Pajak   Pajak langsung dan pajak tak langsung Secara garis besarnya berbagai jenis pajak yang dipungut pemerintah dapat dibedakan kepada dua golongan, yaitu pajak langsung dan pajak tak langsung. 1. Pajak langsung Pajak langsung berarti jenis pungutan pemerintah yang secara...

Masa Pubertas Remaja Akhir Dan Ciri Khasnya

Masa Pubertas Remaja Akhir Dan Ciri Khasnya Dengan “selesainya” masa pubertas (awal), masuklah anak kedalam periode kelanjutannya, yaitu masa pubertas akhir atau adolesen. Untuk merumuskan sebuah definisi yang memadai tentang remaja tidaklah mudah, sebab kapan masa remaja berakhir dan kapan anak remaja tumbuh menjadi seorang dewasa tidak...

Environmental Tobacco Smoke ( ETS )

Environmental Tobacco Smoke ( ETS ) Sebagai pencemar dalam ruangan, asap rokok (Environmental Tobacco Smoke )merupakan bahan pencemar yang biasanya mempunyai kuantitas paling banyak dibandingkan dengan pencemar lain. Oleh karena itu, ETS merupakan salah satu hal yang sering dikeluhkan pengguna gedung. Asap rokok merupakan campuran yang kompleks dari kimia dan partikel diudara. Zat kimia seperti CO, partikel, nitrogen oksida, CO2, hidrogen sianida, dan formaldehid juga diproduksi oleh asap rokok bersamaan dengan kandungan gas lainnya yang bervariasi. Walaupun asap rokok telah dinetralkan oleh udara ruangan namun produk sampingannya tetap mengandung zat – zat yang beracun dan bersifat karsiogenik yang dapat membahayakan pengguna gedung (Pudjiastuti et.al.1998; Binardi 2003) e) Fiber Beberapa studi menunjukan bahwa pajanan fiber glass dapat meningkatkan risiko kanker saluran pernafasan, meskipun bukan faktor signifikan. Disamping efek kronis, efek akut seperti ruam wajah, gatal –gatal, iritasi mata dan pernafasan juga dapat disebabkan oleh pajanan fiber glass. Pengendalian pajanan ini dapat dimulai dari pemeliharaan instalasi fiber glass, seperti pembersihan bahan – bahan fiber glass agar tetap terawat dan berada dalam kondisi bagus. Nilai ambang batas pajanan dilingkungan menurut ACGIH adalah 1 fiber/cc atau 5 mg/m3 udara. f) Ozon (O3) Peralatan kerja yang dapat mengeluarkan ozon antara lain; printer lazer, lampu UV, mesin photo copy dan ioniser. Ozon merupakan gas yang sangat beracun dan mempunyai efek pada konsentrasi rendah. Ozondapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernafasan. Ozon merupakan gas yang sangat mudah bereaksi namun hanya mempunyai pengaruh yang kecil pada lingkungan udara dalam ruang kerja. Hal ini yang dapat dilakukan adalah pengadaan ventilasi yang memadai dan pengeceka sistem ventilasi secara teratur, National Ambient Air Quality Standart menetapkan bahwa nilai ambang batas pajanan ozon adalah 0,12 ppmdalam rata – rata 1 jam pajanan. RECENT POSTS Environmental Tobacco Smoke ( ETS ) Karbon Monoksida (CO) Parameter Kimia Eksistensi Distribusi Optimum Teori Distribusi Teori Nilai, Uang, dan Harga Oman juga mengandalkan pendapatan dari sektor pertanian UAE memiliki kode berpakaian yang sederhana Orang-orang Khawarij mulai menguasai wilayah Uni...