kedudukan istishab

ISTISHAB

Latar Belakang Masalah

عروة انتقضت فكّلما عروة عروة الاسلام عرى لينقض ّ ن : قال سلم و عليه الله صّلى لله رسول عن الباهل ّ ي أمامة أبى عن
احمد رواه ( ال ّ صلاة أخره ّ ن و الحكم نقضا ا ّ وله ّ ن و تليها باّلتى الّ ناس تشّ بث
” Dari Abi Umamah Al-Bahily dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda : ” Untaian tali-tali Islam
ini akan terurai satu persatu, setiap kali satu untaian terurai maka orang-orang berpegang
pada untaian berikutnya. Dan untaian yang terurai pertama kali adalah hukum, sedangkan
yang terakhir adalah shalat .” ( HR.Ahmad ).
Berangkat dari pijakan Hadits di atas, maka kita senantiasa meyakini akan terjadinya suatu
keadaan seperti yang di gambarkan Rasulullah beberapa abad silam lamanya yaitu syari’at
islam sedikit demi sedikit akan hilang dari para pemeluknya sehingga suatu saat nanti akan
asing melihat orang yang menjalankan syari’at Islam .
Pada masa Khulafa Ar-Rasyidin pernah terjadi adanya yang tidak mau membayar zakat,
sehingga sampai diperangi. Masa kini mungkin akan semakin banyak
penyimpangan-penyimpangan terhadap syari’at Islam di Mesir, Rifa’ah Al-Tafthawi
(1800-1873), yang tinggal 7 tahun di Paris dan kembali ke Mesir pada tahun 1983, adalah
peletak batu pertama dalam memusuhi hijab dengan menghalalkan dansa antara antara
laki-laki dan perempuan. Di Indonesia penyimpangan-penyimpangan syari’at Islam
mungkin akan semakin pelik dan beragam, dengan lahirnya sebuah kelompok yang suka
merasionalisasikan urusan yaitu :
Jaringan Islam Liberal ( JIL) sampai saat ini mereka paling giat mengotak-atik teks
al-Quran sehingga tak sedikit ayat al-Quran yang mereka langkahi dan mengedapankan
rasio mereka dengan dalih itu untuk kemaslahatan manusia walaupun pastilah mereka tahu
akan akibat dari apa yang mereka lakukan seperti tertulis di sebuah hadits : “barang siapa
yang menafsirkan al-Quran dengan menggunakan rasio atau tanpa ilmu maka
bersiap-siaplah untuk menempati neraka.
“Bukan tidak boleh kita melakukan itu, akan tetapi akal kita harus selaras dengan syari’at
bukan syari’at yang harus menyelaraskan dengan akal, itu yang harus jadi pegangan kita.
Kewajiban kita untuk membahas kaidah-kaidah yang membangun hukum
mudah-mudahan banyak dari mereka menyadari kesalahan-kesalahan mereka dalam
mengaplikasikan hukum yang mereka yakini itu yang terbaik dan itu pula harus menjadi
penggugah bagi kita untuk terus mengkaji dan merealisasikan syari’at di kehidupan
sehari-sehari sehingga kita bisa menjadi golongan yang selamat di dunia dan akhirat. Amin

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan istishhab?
2. Terbagi kepada berapa macam istishhab itu?
3. Bagaimana kehujjahan istishhab?
4. Bagaimana pendapat ulama tentang istishhab ?
5. Bagaimana pembagian istishhab?


Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/