Jenis dan Fungsi Kolam Ikan Koi

Jenis dan Fungsi Kolam Ikan KoiJenis dan Fungsi Kolam Ikan Koi

Jenis kolam dibedakan berdasarkan bentuk dari kolam, dan terbagi menjadi 4 macam, yaitu :

persegi panjang;
bujur sangkar;
lingkaran;
segitiga.
1. Bentuk Persegi Panjang
Kolam berbentuk persegi panjang, umumnya sering kita temukan di masyarakat sebagai kolam pemeliharaan ikan tradisional. Kelebihannya terletak dalam hal sirkulasi air dan penyediaan makanan alami untuk ikan, hal ini di karenakan kolam berbentuk persegi panjang mempunyai pinggiran / sisi yang lebih banyak dibandingkan kolam berbentuk bujur sangkar. Makanan alami ikan (monia, daphnia) lebih banyak tumbuh di pinggiran kolam yang dangkal atau dalam bahasa Jawanya ‘Cetek’, dibandingkan dengan di tengah kolam yang relatif lebih dalam.

2. Bentuk Bujur Sangkar
Seperti telah dituliskan di atas, kolam berbentuk bujur sangkar ini mempunyai kelemahan dalam hal sirkulasi air dan penyediaan bahan makanan alami ikan. Kolam berbentuk bujur sangkar dapat dipilih sebagai alternatif terakhir karena adanya kelebihan tanah.

3. Bentuk Lingkaran / Bulat
Lima tahun yang lalu, kolam berbentuk bulat tidak lazim dibuat orang. Namun dengan adanya perkembangan budidaya ikan, di Jawa Barat telah dikembangkan kolam air deras yang berbentuk bulat. Kolam ini mempunyai pembuangan air poros di tengahnya. Kolam berbentuk bulat ini dapat ditemukan di Balai Benih Ikan di Leuwisari, Tasikmalaya. Kolam seperti ini kapasitasnya biasanya lebih banyak dan dengan sirkulasi air serta pembuangan kotorannya lebih terjamin. Model kolam semacam ini keseluruhannya terbentuk dari pasangan batu kali.

4. Bentuk Segitiga
Sama halnya dengan bentuk kolam yang bulat, kolam berbentuk segitiga biasanya juga terbuat dari pasangan batu kali.

Jenis dan Fungsi Kolam Ikan Koi

FUNGSI KOLAM
Kegiatan budidaya perikanan yang sebenarnya, tidak terdiri dari kegiatan pembesaran ikan saja. Tetapi lebih dari pada itu, kegiatan budidaya ikan juga mencakup kegiatan pembenihan yaitu kegiatan menghasilkan atau memproduksi benih sampai dengan ukuran tertentu. Oleh karena itu, selain kolam pembesaran, juga dikenal adanya kolam pembenihan ikan, yang terdiri dari berbagai macam kolam sesuai dengan fungsinya.
Dan inilah pembagian kolam-kolam menurut fungsinya dibedakan sebagai berikut:
Kolam Pemeliharaan Induk
Kolam pemeliharaan induk berfungsi sebagai tempat penyimpanan induk-induk ikan yang akan dikawinkan/dipijahkan, dan tempat pemeliharaan induk-induk ikan yang telah selesai dipijahkan. Kolam pemeliharaan untuk induk ada dua buah: satu untuk induk jantan dan lainnya untuk induk betina.

Sistem pemasukan air yang ideal adalah kolam induk jantan dan betina bisa mendapatkan air dari pintu air masing-masing. Kalau terpaksa sekali, sistem pemasukan airnya boleh seri. Tetapi harus diingat, kolam induk betina harus berada di sebelah atas, supaya induk-induk betina tidak terangsang oleh bau sperma jantan yang keluar tidak sengaja.

Kolam Pemijahan / Perkawinan
Kolam pemijahan berfungsi untuk mempertemukan induk jantan dan betina yang telah matang telur, dengan terlebih dulu melakukan manipulasi lingkungan agar pemijahan berhasil dengan baik.

Kolam Penetasan Telur
Kolam penetasan telur ini tidak terlalu mutlak dalam satu unit perkolaman. Penetasan telur biasanya dilakukan di kolam pemijahan.

Kolam Pendederan
Fungsi kolam pendederan adalah untuk mendederkan atau membesarkan larva ikan menjadi bibit ikan yang siap untuk dibesarkan. Kolam pendederan biasanya lebih dari satu kolam, ada kolam pendederan pertama, pendederan kedua, dan lain sebagainya.

Kolam Pembesaran
Kolam pembesaran ikan tradisional biasanya berukuran sama atau lebih besar dibandingkan kolam pendederan.

Kolam Penumbuhan Makanan Alami
Kolam ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan kolam yang telah disebutkan di awal. Kolam ini biasanya dibuat dengan sengaja untuk persediaan makanan bagi benih yang masih lemah, atau benih-benih ikan yang dirawat secara intensif.

Kolam Pengendapan
Kolam pengendapan dimaksudkan untuk mengendapkan lumpur yang terikut air. Bila tidak ada kolam ini, lumpur dapat mengakibatkan pendangkalan kolam. Selain kolam pengendapan, biasanya air sebagai hasil penyaringan dari bak filter ini dipakai untuk pemijahan ikan dan penetasan telur. Sedangkan untuk kolam-kolam pendederan dan juga kolam pembesaran, airnya bisa dari bak pengendapan.

 

Sumber: https://mvagusta.co.id/ipb-beri-pelatihan-biosafety-untuk-praktisi-laboratorium/