Upacara Tingkeban 

Table of Contents

Upacara Tingkeban

adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa, upacara ini disebut juga mitoni berasal dari kata pitu yang arti nya tujuh. Upacara ini dilaksanakan pada usia kehamilan tujuh bulan dan pada kehamilan pertama kali. Upacara ini bermakna bahwa pendidikan bukan saja setelah dewasa akan tetapi semenjak benih tertanam di dalam rahim ibu. Dalam upacara ini sang ibu yang sedang hamil di mandikan dengan air kembang setaman dan disertai doa yang bertujuan untuk memohon kepada Tuhan YME agar selalu diberikan rahmat dan berkah sehingga bayi yang akan dilahirkan selamat dan sehat.

Menurut tradisi Jawa, upacara dilaksanakan pada tanggal ganjil sebelum bulan purnama seperti 3,5,7,9,11, 13 atau 15. bulan Jawa ,dilaksanakan di kiri atau kanan rumah menghadap kearah matahari terbit. Yang memandikan jumlahnya juga ganjil misalnya 5,7,atau 9 orang. Setelah siram di pakaikan kain /jarik sampai tujuh kali, yang terakhir/ ketujuh yang dianggap paling pantas dikenakan , kemudian acara pemotongan tumpeng tujuh yang diawali dengan doa kemudian makan rujak.dst. Hakekat yang mendasar dari semua tradisi Jawa adalah suatu ungkapan syukur dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa untuk keselamatan dan kenteraman , namun di ungkapkan dalam bentuk lambang -lambang yang masing-masing mempunyai makna.

 

sumber :

https://cipaganti.co.id/nokia-8-cicipi-oreo-beta-untuk-nokia-6-dan-5-segera-meluncur/