Perkembangan Politik Kerajaan Kediri

Perkembangan Politik Kerajaan Kediri

Perkembangan Politik Kerajaan Kediri

Mapanji Garasakan memerintah

Kediri tidaklah lama. Ia kemudian digantikan oleh Raja Mapanji Alanjung (1052 – 1059 M). Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja Samarotsaha. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135 M) dari Kediri. Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Raja Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Setelah Bameswara turun tahta, ia kemudian digantikan oleh Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil menaklukkan Jenggala.

            Pada tahun 1019 M Airlangga diangkat menjadi raja Medang Kamulan. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan. Setelah kewibawaan kerajaan berahasil dipulihkan, Airlangga memindahkan pusat pemerintahannya dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Berkat kerja kerasnya, Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Jelang akhir hayatnya, Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Airlangga akhirnya wafat pada tahun 1049 M. Seharusnya Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan adalah seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. Akan tetapi karena memilih menjadi pertapa, kekuasaan beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir.

            Agar tidak terjadi perang saudara, Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan, dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Tetapi usaha tersebut mengalami kegagalan. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12, dimana Kerajaan Kediri tetap menjadi kerajaan yang megah dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. Hal itu mengakibatkan kondisi gelap, penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja-raja antar kedua negara tersebut. Namun pertikaian ini berakhir dengan kekalahan yang dialami oleh jenggala, dan kerajaan kembali dipersatukan di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri.


Sumber: https://haciati.co/pertengahan-desember-xiaomi-mi-a1-cicipi-android-oreo/