Metode-metode penelitian hubungan manusia dengan lingkungannya

Metode-metode penelitian hubungan manusia dengan lingkungannya

Metode-metode penelitian hubungan manusia dengan lingkungannya

Metode pendekatan yang digunakan dalam mempelajari pengaruh faktor herediter dan faktor lingkungan terhadap individu menghendaki agar pengaruh faktor herediter dan faktor lingkungan dapat dikendalikan secara sistematik. Jadi penelitian dilakukan dengan mngendalikan pengaruh faktor bawaan dan membiarkan faktor lingkungan bervariasi atau dengan mengendalikan faktor lingkungan dan membiarkan faktor bawaan bervariasi (Komorita, dkk., 1967).

  1. Hereditas terkendali dan lingkungan bervariasi

Penelitian dengan menggunakan kembar identik merupakan contoh situasi di mana hereditas dikendalikan karena anak kembar identik berasal dari pembuahan ovum tunggal dan memiliki rangkaian gen yang identik (disebut kembar monozigotic atau kembar MZ). Jadi, dari sudut faktor bawaan, anak kembar identik adalah sama. Dengan melihat perbedaan sifat dan perilaku mereka setelah berada dalam lingkungan untuk jangka waktu tertentu akan dapat terlihat apa yang dilakukan oleh lingkungan terhadap mereka, misalnya dengan cara membandingkan pasangan kembar identik yang dibesarkan terpisah dengan pasangan yang dibesarkan bersama. Namun hendaknya diingat bahwa dalam studi yang menggunakan kembar identik kita tidak bisa menjadikan lingkungan bervariasi secara sistematik.

  1. Lingkungan terkendali dan hereditas bervariasi

Untuk menempatkan manusia dalam suatu lingkungan yang benar-benar terkendali, dapat dikatakan mustahil untuk dilakukan. Walaupun dapat dilakukan pengendalian terhadap lingkungan akan tetapi dua lingkungan hanya akan tampak sama secara fisik sedangkan bagi individu di dalamnya akan terasa berbeda secara psikologis dan karenanya dapat menimbulkan efek yang berbeda pula. Itulah sebabnya penelitian yang menghendaki pengendalian lingkungan banyak dilakukan lewat penggunaan hewan sebagai subyeknya dikarenakan hewan lebih dapat dicegah dari pengaruh faktor-faktor luar yang tidak dikehendaki. Apalagi kalau diperlukan penyilangan keturunan maka pada hewan akan mudah dilakukan sedangkan pada manusia pasti tidak akan mungkin.

  1. Studi kemiripan dalam keluarga

Metode ini mempelajari kemiripan yang terjadi antara anak-orangtua, antara anak dengan saudara sekandung, antar kembar framental (yang berasal dari dua sel telur dan disebut juga kembar dizygotic atau kembar DZ), dan antar kembar identik. Dengan cara mempelajari kemiripan dalam keluarga seakan-akan peneliti berada dalam situasi hereditas yang bervariasi dan lingkungan yang terkendali. Bila hereditas memang memiliki pengaruh signifikan terhadap individu dan pengaruh lingkungan terkontrol maka mereka yang memiliki hubungan kekeluargaan dekat tentu akan lebih mirip satu sama lain. Sebagai contoh, anak kembar identik akan lebih mirip satu sama lain dibandingkan dua anak bersaudara sekandung. Adik dan kakak akan lebih mirip dari pada anak dan keponakan.

  1. Studi sejarah keluarga

Studi mengenai sejarah keluarga memanfaatkan informasi mengenai garis keturunan dan keluarga dari beberapa informasi mengenai garis keturunan dan keluarga dari beberapa generasi. Dengan mempelajari garis keturunan suatu keluarga, seorang peneliti seakan berada dalam situasi yang menyerupai eksperimen pembiakan selektif (selective breeding). Memang dalam kondisi ini faktor lingkungan tidak sepenuhnya terkendali dan faktor herediter tidak dapat dibuat bervariasi secara sistematik, akan tetapi kondisi inilah yang paling mendekati situasi pembiakan selektif yang dapat dilakukan pada manusia. Studi sejarah keluarga dapat menunjukkan adanya bukti-bukti akan efek faktor keturunan sekalipun tidak mustahil pula menghasilkan bukti adanya pengaruh faktor lingkungan.

Eysenck (1981) mengatakan bahwa tidaklah benar untuk menganggap hanya satu cara saja yang dapat dipergunakan dalam penelitian mengenai pengaruh faktor lingkungan dan faktor bawaan dikarenakan metode-metode tersebut bersifat saling melengkapi dari berbagai sudut pandang permasalahannya.


Sumber: https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/gb-whatsapp/