Cara Pelaksanaan Haji

Table of Contents

Cara Pelaksanaan Haji

Kafiyah atau tata cara pelaksanaan haji adalah sebagai berikut[9]:

  1. Ihram

Pada tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut “Yaumul Tarwiyyah” bagi yang

melaksanakan tamattu, setelah mandi memakai wangi-wangian dan kain ihram dengan miqat dari tempat masing-masing di Mekah, kemudian mengucapkan Ihlah haji, yaitu membaca ”Allahuumma hajjan atau labbaika hajjan”. Dilanjutkan membaca talbiyah sebagaimana ketika berihram untuk melaksanakan umrah.

  1. Mabit di Mina

Pada tanggal 8 Dzulhijjah, kemudian berangkat ke Mina dan mabit (menginap) di sana untuk melaksanakan shalat zhuhur, ashar, maghrib, isya’, dan subuh dengan jama’ dan qasar.

  1. Wukuf di Arafah

Pokok dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, setelah terbit matahari, jamaah berangkat menuju Arafah. Dalam perjalanan menuju Arafah ini, jamaah haji tetap ber-talbiyah atau bertakbir dan jika memungkinkan, singgah di Namirah. Setelah matahari tergelincir, jamaah haji mendengarkan khotbah Arafah, kemudian dikumandangkan azan qamat, lalu shalat zhuhur dan ashar dijama’ dan diqasar tanpa shalat apa-apa di antara dua shalat itu. Setelah shalat, berdoa dengan mengangkat kedua tangan. Apabila wukuf jatuhnya pada hari Jumat, tetap dilakukan shalat zhuhur dengan cara dijama’ dengan ashar.

  1. Mabit di Muzdalifah

Setelah matahari terbenam, para jamaah haji meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah untuk mabit sampai subuh, sementara shalat maghrib dan isya’ dijama’ takhir di Muzdalifah.

  1. Melontar Jumrah Aqabah (Kubra)

Pada waktu dhuha tanggal 10 Dzulhijjah di Mina, jamaah haji melaksana-kan lontar jumrah aqabah, dengan cara berdiri menghadap ke jumrah tersebut. Posisi kiblat berada di sebelah kiri jamaah haji kemudian melontar jumrah dengan batu kerikil sebanyak tujuh kali.

  1. Tahallul Awal (Asghar)

Jamaah haji tahallul dengan cara “taqshir” (menggunting beberapa helai rambut) atau lebih utama dengan “tahliq” (dengan menggundul kepala). Bagi wanita cukup dengan taqshir. Setelah tahallul awal ini, jamaah haji bebas dari larangan pada waktu ihram, kecuali hubungan suami istri.

  1. Hadyu (Qurban)

Bagi mereka yang melaksanakan haji tamattu dan qiran wajib menyembelih hadyu. Perbedaannya adalah yang qiran membawa binatang dari rumah, sementara yang tamattu menyembelihnya di Mekah. Penyembelihan hadyu dilaksanakan pada Yaumun Nahri (tanggal 10 Dzulhijjah) dan jika tidak bisa dilasanakan pada hari nahar, bisa dilakukan pada Ayyamu Tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah)

  1. Thawaf  Ifadah (Tahallul Tsani)

Pada hari nahar, setelah melontar jumrah aqabah dan menyembelih hadyu, maka jamaah haji pergi ke Mekah untuk melaksanakan thawaf ifadah.

  1. Melempar Tiga Jumrah

Pada tanggal 11 Dzulhijjah, setelah zhuhur, jamaah melempar 3 jumrah (ula, wusta, aqabah), masing-masing dengan 7 batu kerikil.

  1. Nafar Awal dan Nafar Tsani

Pada tanggal 12 Dzulhijjah , jamaah haji melempar 3 jumrah seperti yang dilakukan pada tanggal 11 Dzulhijjah. Waktunya juga sama yaitu setelah zhuhur hingga maghrib.

  1. Thawaf Wada’

Sebelum meninggalkan Mekah, jamaah haji dianjurkan untuk melakukan thawaf wada’ (perpisahan). Caranya, sama dengan thawaf ifhadah dilakukan tujuh putaran, tanpa lari-lari kecil, tanpa shalat dua rakaat di maqam Ibrahim, dan tanpa sa’i. Nabi SAW. bersabda:

Artinya:

“Janganlah salah seorang pulang sebelum mengakhiri urusan (hajinya) dengan (thawaf wada’)di Baitullah”. (H.R. Muslim)

 

Sumber: https://ngegas.com/dolmus-driver-apk/