Kolam Tadah Hujan

Kolam Tadah Hujan

Kolam tadah hujan ini adalah kolam yang hanya mendapat sumber air dari hujan. Kolam tadah hujan di buat bila di sekitar kita tidak tersedia sumber air irigasi atau pun sumber air tanah. Jadi sumber air untuk mengisi air kolam sepenuhnya berasal dari air hujan. Karena hanya mengandalkan air hujan maka curah hujan akan menentukan jumlah atau volume atau air kolam.
Ikan patin mengharapkan kolam dengan kedalaman tertentu ( 1 – 1,5 meter ), Oleh karena itu bila menggunakan kolam tadah hujan untuk pembesaran ikan patin maka harus di pastikan terlebih dahulu bahwa air tersedia cukup untuk ukuran kedalaman kolam tersebut sepanjang masa pemeliharaan. itulah sebabnya pembangunan kolam tadah hujan tidak dapat di lakukan di sembarang tempat.
Lokasi yang digunakan harus di teliti secara seksama melalui curah hujan, penguapan tekstur tanah, dan konstruksi kolam wilayah yang mempunyai curah hujan lebih dari 1.500 mm pertahun dapat di gunakan untuk membangun tadah hujan bagi pembesaran ikan patin lebih amanya lagi preode bulan basah di daerah tersebut mencapai 7 – 9 bulan. sementara penguapan air perhari sekitar 5 mm. Ukuran kolam tadah hujan tidak bisa sebesar kolam irigasi melainkan harus lebih kecil dari itu.

3. Kolam Rawa Non Pasang Surut

Meskipun tidak populer, pembesaran patin di rawa kususnya di rawa non pasang surut sudah pernah di coba di kartamulia muara inim sumatra selatan hasilnya pertumbuhan ikan patin yang cukup baik terutama pada kolam rawa pasang surut yang sudah lama di bangun.
Umumnya kolam rawa bersifaf sangat asam (pH rendah, kurang dari 4). Sifat tanah dan air kolam yang asam sebenarnya tidak cukup baik untuk pembesaran ikan patin. Namun hal ini dapat di atasi dengan teknik reklamasi (pericucian). caranya kolam rawa tersebut di aliri air baru untuk mempercepat proses pelepasan material asam dan selanjutnya di buang ke perairan ke yang lebih luas.
Upaya lain untuk menaikan pH pada kolam rawa non pasang surut adalah dengan pengapuran. Biasanya efek kapur akan sangat membantu bila terlebih dahulu kolam di reklamasikan sebelum kolam di beri kapur. Pengapuran di lakukan pada dasar kolam dan selanjutnya untuk menjaga stabilitas air dapat di tambahkan kapur dengan dosis yang lebih rendah.
Berikut Adalah Langkah – Langkah Yang Harus Di lakukan Dalam Budidaya Ikan Patin :
 
1. Persiapkan Kolam
Saat mempersiapkan kolan yang akan di jadikan untuk media budidaya seperti yang sudah di jelaskan di atas kolam harus di keringkan terlebih dahulu sampai dengan dasar kolam retak-retak sebelum digunakan taburi pupuk kompos di permukaan dasar kolam dengan tujuan untuk membuat bibit fitoplankton nantinya. Setelah pupuk di kompos di taburkan taburkan juga Pupuk kapur dan pupuk urea yang bertujuan untuk menyetabilkan kadar asam air. Kontruksi kolam bisa di sesuaikan dengan kebutuhan misal 5 M x 10 M dengan kedalaman 2 – 3 M. Jika kita tidak mempunyai cukup lahan kita dapat mumbuat petak kolam lebih kecil yang di sarankan yaitu kedalam kolam karena ikan patin merupakan ikan yang suka dengan kedalam air.
2. Pengisian Air
Pengisian air dapat di lakukan setelah semua syarat di atas terpenuhi. Isi kolam dengan air kira-kira 50 – 100 CM, dengan tujuan untuk memper mudah ikan patin menjalani aktifitas menghirup oksigen jika air terlalu dalam maka ikan akan sulit untuk melakukan hal tersebut. Lalu biarkan kolam dengan posisi air seperti itu hingga 2 minggu lamanya sampai air berwarna kehijauan. Karena di dalam kolam terdapat banyak makanan alami ketika air sudah berwarna kehijauan.