Kegunaan Logam Alkali

Kegunaan Logam Alkali

  1. Kegunaan Litium (Li)

–         Dalam bentuk logam digunakan sebagai zat penghilang oksigen dan untuk menghilangkan gas-gas yang tidak diperlukan dalam pengolahan logam tertentu.

–         Dalam bentuk upa digunakan untuk mencegah karbon dioksida dan oksigen dari pembentukan kerak pada dapur pemanasan dalam pengolahan baja.

–         Dalam bentuk senyawa hidroksianya digunakan untuk mengikat karbon dioksida pada sistem ventilator pesawat dan kapal selam.

–         Dalam bentuk senyawa hidridanya untuk memompa sekoci (kapal penolong)

–         Litium karbonat digunakan dalam pengobatan depresi

–         Digunakan dalam pembuatan bom hidrogen.

  1.       Kegunaan Natrium (Na)

–         Digunakan dalam pembuatan tetraethyl lead (TEL) dan sebagai pendingin reaktor nuklir.

–         Dalam bentuk natrium klorida (garam dapur) banyak digunakan sebagai bumbu.

–         Dalam bentuk natrium karbonat (soda cuci) digunakan sebagai pembersih.

–         Dalam bentuk natrium bikarbonat (soda kue) digunaka sebagai zat pengembang.

–         Antasid (obat magh) dalam minuman bersoda, dan pemadam api.

–         Dalam bentuk natrium hidroksida (soda kustik atau soda api) digunakan dalam pembuatan sabun, rayon dan kertas, dalam penyulingan minyak, serta dalam industri testil dan karet.

–         Dalam bentuk natrium tetraborat (borax) digunakan sebagai pemberih, penghilang kesadahan air, dan zat pengawet.

–         Dalam bentuk natrium fluorida digunakan sebagai antiseptik, racun tikus dan kecoa dan juga digunakan dalam pembuatan kramik.

–         Dalam bentuk natrium nitrat (sendawa chili) digunakan sebagai pupuk.

–         Dalam bentuk natrium peroksida digunakan sebagai pemutih &  oksidator.

–         Dalam bentuk natrium tiosulfat digunakan dalam fotografi.

  1.        Kegunaan Kalium

–         Digunakan dalam sel fotolistrik

–         Dalam bentuk kalium bromida (KBr) digunakan dalam fotografi, ukiran, litografi, dan dalam bidang kedokteran sebagai obat penenang.

–         Dalam bentuk kalium kromat dan kalium bikromat digunakan sebagai oksidator dalam imdustri korek api dan petasan dalam penclupan tekstil, serta dalam penyamakan kulit.

–         Dalam bentuk kalium iodida digunakan dalam fotografi untuk membuat emulsi gelatin dan dalam bidang kedokteran untuk mengobati rematik dan aktivitas kelenjar tiroid yang berlebih.

–         Dalam bentuk kalium nitrat digunakan dalam korek api, bahan peledak, dan petasan serta dalam pengawetan daging.

–         Dalam bentuk kalium permanganat digunakan sebagai disinfektan dan obat pembunuh kuman penyakit dan sebagai oksidator dalam beberapa rekasi kimia yang penting.

–         Dalam bentuk kalium sulfat digunakan sebagai pupuk dan juga digunakan dalam pembuatan tawas kalium

–         Dalam bentuk kalium hidrogen tartrat digunakan dalam tepung kue dan dalam kedokteran

–         Dalam bentuk kalium karbonat digunakan dalam pembuatan kaca dan sabun

–         Dalam bentuk kalium klorat digunakan sebagai oksidator dan digunakan dalam korek api, petasan, serta bahan peledak. Sebagai disenfektan dan sebagai sumber oksigen.

–         Dalam bentuk kalium klorida digunakan sebagai pupuk kalium dan juga digunakan dalam pembuatan senyawa-senyawa kalium lainnya.

–         Dalam bentuk kalium hidroksida digunakan dalam pembuatan sabun dan merupakan pereaksi kimia yang penting.

  1.       Kegunaan Rubidium

–         Digunakan dalam sel fotolistrik dan laju peluruhan radioaktif dan isotop rubidium-87.

–         Digunakan dalam pembuatan umur geologi.

–         Digunakan dalam pembuatan katalis tertentu

  1. Kegunaan Sesium

–         Digunakan dalam tabung hampa tertentu untuk menghilangkan sisa oksigen

–         Dalam permukaan peka cahaya dari katoda sel fotolistrik untuk menghasilkan elektron.

–         Isotop radio aktif sesium -137 digunakan dalam pembangkit energi atom dan dalam penelitian bidang kedokteran dan industri.

  1.       Alkali Tanah
  1.        Sifat – Sifat Fisis Alkali Tanah

Unsur logam alkali tanah (IIA) ini terdiri dari Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra. Golongan ini mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan golongan IA. Perbedaanya adalah bahwa golongan IIA ini memmpunayi konfigurasi elektron ns2 dan merupakan reduktor yang kuat. Meskipin lebih keras dari golongan IA, tetapi golongan II A ini tetap relatif lunak, perak mengkilat dan mempunyai titik leleh dan kerapatan lebih tinggi :