Asosiasi: eSports game strategi, bukan kekerasan

Asosiasi: eSports game strategi, bukan kekerasan

Asosiasi eSports game strategi, bukan kekerasan

Ketua Asosiasi eSports Indonesia (IeSPA) Eddy Lim menegaskan game

yang dipertandingkan dalam eSports hanya game yang mengandalkan strategi, tidak mengedepankan unsur kekerasan maupun pornografi.

“Di dalam eSports game seperti ini (konten negatif) memang tidak ada. eSports game yang membutuhkan strategi,” kata Eddy, ditemui usai pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Selasa malam.

IeSPA diundang oleh MUI untuk memberikan pandangan mereka mengenai polemik fatwa haram untuk game yang mengandung kekerasan, salah satunya yang sedang diperbincangkan adalah PlayerUnknown’s Battlegrounds atau PUBG.

Menurut Eddy, game ber-genre first person shooter atau FPS

saat ini belum masuk ke kompetisi olahraga multievent SEA Games dan Asian Games.

“eSports kebanyakan game strategi yang mobile,” kata dia.

Penentuan sebuah game dapat masuk ke kompetisi multievent bukan ditentukan oleh asosiasi, melainkan oleh federasi internasional

Secara pribadi, dia berpendapat unsur yang menonjol dalam game PUBG

bukan kekerasan, namun, strategi bagaimana mengeksplorasi daerah yang dimasuki pemain.

Sementara itu, dalam pertemuan yang dihadiri MUI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, para peserta diskusi sepakat bahwa perlu ada larangan atau peraturan pada game yang mengandung kekerasan dan pornografi.

 

sumber :

https://merkbagus.id/seva-mobil-bekas/