Islam pada Masa Reformasi

Islam pada Masa Reformasi

Islam pada Masa Reformasi

Reformasi dimulai sejak berakhirnya masa orde Baru

yang dipimpim oleh Soeharto. Lengsernya Soeharto dari kepresidenan pada tahun 1998 menjadi tonggak dimulainya pendidikan Islam pada masa reformasi. Reformasi merupakan suatu perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa. Menurut Arti kata dalam bahasa Indonesia adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto  atau era setelah Orde Baru.

Program peningkatan mutu pendidikan yang ditargetkan oleh pemerintah Orde Baru akan mulai berlangsung pada Pelita VII terpaksa gagal, krisis ekonomi yang berlangsung sejak Mei-Juli 1997 telah mengubah konstelasi politik maupun ekonomi nasional. Secara politik, Orde Baru berakhir dan digantikan oleh rezim yang menamakan diri sebagai “Reformasi Pembangunan” meskipun demikian sebagian besar roh Orde Reformasi masih tetap berasal dari rezim Orde Baru, tapi ada sedikit perubahan, berupa adanya kebebasan pers dan multi partai.

Secara ekonomi, terjadinya krisis yang berkepanjangan, beban pemerintah menjadi sangat berat sehingga terpaksa, menghapus kebijakan-kebijakan program pemerintah termasuk didalamnya penyetaraan guru-guru. Sekolahpun mengalami masalah berat sehubungan dengan naiknya biaya operasional disuatu pihak dan makin menurunnya jumlah pemasukan dari siswa, dan ini menyebabkan terjadinya kemunduran dalam pembangunan pendidikan.

Pendidikan Islam dimasa orde baru tidaklah seperti pada saat reformasi, ketika itu pendidikan Islam sangatlah terkesan tertutup, pendidikan Islam hanya bisa dirasakan oleh sebagian kecil orang saja dan dimaksudkan hanya untuk kepentingan pribadi penguasa orde baru saat itu, yaitu orang yang mengikuti atau yang berada dibawah kekuasaan soeharto. Pendidikan Islam kala itu seperti pesantren sangat dikhawatirkan akan meruntuhkan atau mengambil alih  kekuasaan mereka.

Pada masa pemerintahan reformasi, tumbuhlah semangat baru untuk merubah tatanan kehidupan bernegara di Indonesia yang lebih baik, khususnya dalam bidang pendidikan islam, dimana kebijakan-kebijakan pemerintah mulai dari pemerintah kolonial, awal dan pasca kemerdekaan serta orde baru terkesan “menganaktirikan”, mengisolasi bahkan akan menghapus sistem pendidikan islam hanya karena alasan “indonesia bukanlah negara islam”. Namun berkat semangat juang yang tinggi dari tokoh-tokoh pendidikan islam, akhirnya berbagai kebijakan tersebut dapat diredam untuk sebuah tujuan ideal yaitu “Menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia..”  seperti yang tercantum dalam UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003. Dan sebenarnya banyak faktor yang m;enyebabkan berbagai Kebijakan tersebut, baik dari  aspek sosio politik ataupun religius.

Berbagai Kebijakan pemerintah masa reformasi terhadap pendidikan Islam bukanlah sesuatu yang baru tapi untuk memperkuat dan melanjutkan kebijakan-kebijakan yang telah diambil pemerintah sebelumnya. Salah satu kebijakannya yaitu melanjutkan program wajib belajar 9 tahun yaitu SD, SMP atau sederajat.

Pada masa reformasi pendidikan agama Islam lebih diperhatikan dan disamakan kedudukannya dengan pendidikan umum, yaitu dengan dikeluarkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS yang mengatur berbagai bidang pendidikan, salah satunya adalah bidang pendidikan agama islam yang memiliki kedudukan sama dengan pendidikan umum serta dapat dilihat posisi  pendidikan islam didalamnya yang meliputi pendidikan Islam sebagai mata pelajaran, lembaga, dan nilai. Kedudukan sebagai mata pelajaran ini semakin kuat dari fase ke fase lain. Selain itu, pada era reformasi, Kuantitas dan kualitas guru lebih meningkat daripada masa orde baru dan orde lama, karena pemerintah pusat melakukan pemerataan jumlah guru dan mengadakan perubahan kurikulum dengan berbasis pada kompetensi (KBK), selain itu pihak pemerintah juga meningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20% dari APBN.


Sumber: https://youtubers.id/call-recorder-apk/