Perbedaan ZIP dan RAR

Perbedaan ZIP dan RAR

 

Perbedaan ZIP dan RAR
Perbedaan ZIP dan RAR

Mengirim file seperti foto, audio, video, atau program komputer biasanya memiliki ukuran file yang besar.

Jika dikirimkan melalui email atau cloud, kapasitasnya tidak akan muat dan memakan waktu yang lama saat mengunggah atau mengunduhnya.

Untuk memudahkan proses pengiriman, file tersebut bisa dikumpulkan dengan ukuran yang lebih kecil.

Caranya, melakukan kompresi file dengan format ZIP atau RAR.

Kompresi file ini sangat berguna, terutama saat era awal internet karena saat itu bandwidth masih terbatas.

Lalu, apakah perbedaan ZIP dan RAR?

Temukan jawabannya di sini!

Baca juga:

Cara Mudah Ekstrak File ZIP dan RAR di Xiaomi
10 Aplikasi RAR Terbaik untuk Android
Cara Membuka Password File RAR

1. Proses Ekstrasi yang Berbeda

Setelah mengunduh file kompresi, Sobat Androbuntu akan membutuhkan program ekstraksi untuk mengeluarkan file-file tersebut.

Nantinya file-file tersebut bisa disimpan ke tempat yang kamu pilih seperti desktop, folder dokumen, dan lainnya.

File ZIP lebih mudah diekstrasi dengan perangkat apa saja daripada RAR.

Hal ini dikarenakan sudah banyak platform seperti Windows, Linux, dan Mac yang menyediakan ekstraktor ZIP.

Sedangkan ekstraksi file RAR hanya tersedia di platform tertentu.

Jika kamu tidak memiliki software untuk ekstraksi RAR, maka kamu harus mengunduhnya terlebih dahulu.

Contoh software-nya adalah WinRAR, WinZip, 7-Zip, IZArc, RarZilla, PeaZip, atau Zipeg.
2. Kecepatan Kompresi Data

Perbedaan Zip dan RAR terdapat pada kemudahan kompresinya.

ZIP dapat melakukan kompresi dan ekstraksi file-file dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan RAR.

ZIP memang mengutamakan pada kecepatan kompresi, bukan pada hasil akhirnya.

Jadi, kalau kamu ingin kompresi yang mudah dan cepat, maka sebaiknya gunakan ZIP.
3. Batas Kompresi

ZIP lebih terkenal di kalangan orang-orang yang tidak butuh mengirimkan file yang besar.

Namun, kalau kamu memiliki file yang besar, gunakan saja RAR.

RAR memiliki batas kompresi yang besar yaitu mencapai 8.589.934.591 GB.

Artinya, kamu bisa melakukan kompresi dengan jumlah yang tidak terbatas.

Berbeda dengan ZIP yang memprioritaskan pada kecepatan dan hanya memiliki batas kompresi hingga 2 GB saja, RAR memprioritaskan pada kualitas saat mengompresi file.

RAR dapat mengompresi hingga 70% dari ukuran asli data tersebut.

Sedangkan Zip hanya mampu hingga 60% saja.

Kalau kamu lebih prioritas terhadap data, butuh kompres file yang besar, dan tidak masalah menunggu lebih lama, maka RAR lebih tepat digunakan.
4. Proteksi Keamanan

Kedua file ini dapat memasang

 

kata sandi untuk menjaga data-data penting di dalamnya.

Dalam pengaturan kata sandi, terdapat perbedaan di antara kedua file kompresi ini.

RAR memiliki pengaturan kata sandi yang sudah terpasang di dalamnya sejak aplikasi dipasang di PC, laptop, atau telepon genggam.

Sedangkan Zip belum memiliki fitur pengamanan kata sandi di awal, sehingga membutuhkan aplikasi pendukung untuk mengatur kata sandinya.
5. Kemampuan Memperbaiki File yang Rusak

Terdapat kelebihan-kelebihan lain yang dimiliki oleh RAR dan tidak dimiliki oleh ZIP.

RAR mendukung file multivolume.

RAR juga bisa merekonstruksi file yang rusak dan melindungi file penting dari modifikasi yang tidak disengaja.
6. Penggunaan Algoritma

Kedua kompresi file ini memiliki jenis algoritma yang berbeda dan cara mengenskripsi masing-masing

ZIP menggunakan algoritma jenis Deflate yang sudah dipatenkan.

Sedangkan format RAR menggunakan algoritma jenis LZMA, yaitu memiliki standar AES-128 yang lebih aman dan kuat.

Sebaiknya gunakan format RAR kalau kamu mau mengompres data yang penting dan rahasia.
7. Tingkat Kehilangan Data

Tingkat risiko kehilangan data

 

di format ZIP lebih besar daripada format RAR, karena RAR memiliki enskripsi dan kompresi yang lebih baik.

Banyak orang yang menggunakan RAR untuk mengunggah mp3 atau file audio lainnya karena risiko data yang rusak lebih tinggi jika menggunakan ZIP.
8. Dibuat oleh Orang yang Berbeda

RAR dibuat oleh Eugene Roshal pada 1993, sedangkan ZIP dibuat oleh Phil Katz dan Gary Conway pada 1989.

Maka tidak heran jika format ZIP lebih dikenal daripada format RAR.

Kedua format kompresi file ini memiliki peran penting untuk menyelamatkan kapasitas hard drive di PC dan efisien untuk mengecilkan file tanpa berdampak pada isinya.

File-file tersebut juga lebih aman dari gangguan-gangguan yang berbahaya.

Semoga artikel mengenai perbedaan ZIP dan RAR di atas bermanfaat bagi Sobat Androbuntu dan memudahkan untuk menentukan pilihan.

Sumber:

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/farming-simulator-apk/