Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika
Kode Etik Profesional dan Prinsip Etika

Kode Etik Profesi
Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima
oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk
kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus
menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode
etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata
masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba
menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan
berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi.Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring perkembangan
zaman. Kode etik profesi merupakan pengaturan diri profesi yang
bersangkutan, dan ini perwujudan nilai moral yang hakiki, yang
tidak dipaksakan dari luar kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita
dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri setiap kode etik profesi selalu dibuat tertulis yang tersusun secara
rapi, lengkap, tanpa catatan, dalam bahasa yang baik, sehingga
menarik perhatian dan menyenangkan pembacanya semua yang tergambar adalah perilaku yang baik-baik
Alasan perumusan kode etik profesional secara tertulis mencakup

1. sarana control sosial merupakan kriteria prinsip profesional yang telah
digariskan, sehingga dapat diketahui dengan pasti kewajiban
profesional anggota baru, lama, ataupun calon anggota kelompok
profesi. Dengan demikian dapat dicegah kemungkinan terjadi
konflik kepentingan antara sesama anggota kelompok profesi, atau
antar anggota kelompok profesi dan masyarakat. Anggota kelompok
profesi atau anggota masyarakat dapat melakukan kontrol melalui
rumusan kode etik profesi.

2.Pencegahan campur tangan dari pihak lain yaitu menstandardisasi kewajiban profesional anggota
kelompok profesi. Pemerintah atau masyarakat tidak perlu lagi
campur tangan untuk menentukan bagaimana seharusnya anggota
kelompok profesi melaksanakan kewajiban profesionalnya.
Hubungan antara pengemban profesi dan masyarakat tidak perlu
diatur secara detail dengan undang-undang oleh pemerintah, atau
oleh masyarakat.

3.Pencegah Kesalahpahaman dan Konflik yaitu norma perilaku yang sudah
dianggap benar atau yang sudah mapan dan tentunya akan lebih efektif
lagi apabila norma perilaku tersebut dirumuskan sedemikian baiknya,
sehingga memuaskan pihak-pihak yang berkepentingan. Kode etik
profesi merupakan kristalisasi perilaku yang dianggap benar menurut
pendapat umum karena berdasarkan pertimbangan kepentingan profesi
yang bersangkutan. Dengan demikian, kode etik dapat mencegah
kesalahpahaman dan konflik, dan sebaliknya berguna sebagai bahan
refleksi nama baik profesi. Kode etik profesi yang baik adalah
mencerminkan nilai moral anggota kelompok profesi sendiri dan pihak
yang membutuhkan pelayanan profesi yang bersangkutan.

Sumber : https://solidaritymagazine.org/