Perbandingan Kecerdasan Emosional dan Rasional

Perbandingan Kecerdasan Emosional dan Rasional

Daniel Goleman, sang pakar kecerdasan emosional mengutarakan dalam bukunya, Emotional Intelligence, bahwa perbandingan peran pada kecerdasan emosional dibanding kecerdasan intelegensi dalam pilih kesuksesan hidup seseorang adalah setara dengan perbandingan 80 : 20.

Kecerdasan emosi adalah kemampuan, kapasitas atau keterampilan seseorang untuk sanggup menerima, mengukur dan mengatur emosi khusus dirinya sendiri, orang lain atau apalagi kelompok, sehingga memudahkannya saat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan rasional adalah kapabilitas untuk memecahkan suatu kasus atau menjawab suatu pertanyaan ilmiah.

Istilah rasional disita dari kata bhs inggris rational yang mempunyai definisi yakni sanggup di terima oleh akal dan anggapan sanggup ditalar sesuai dengan kapabilitas otak. Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya sanggup dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada.

Dikotomi pada kecerdasan emosional dan rasional kurang lebih sama dengan makna orang awam ”hati dan Kepala”. Terdapat suatu tahapan yang ajeg dalam perbandingan kendali rasional emosional pada pola pikir semakin kuat perasaan semakin efisien anggapan rasional.

Pikiran emosional dan rasional pada umumnya bekerja dalam kecocokan yang erat. Saling melengkapi dengan langkah yang amat tidak serupa sehingga individu meraih pemahaman dalam meniti kehidupan. Terdapat kesimbangan pada anggapan emosional dan anggapan rasional.Emosi beri tambahan masukan dan Info kepada sistem anggapan rasional dan anggapan rasional tersebut. Kedua anggapan bekerja semi mandirei, tiap-tiap bekerja dan mencerminkan kerja jaringan sirkuit yang tidak serupa namun saling perihal di dalam otak. Kecerdasan rasional dan emosional sebenarnya saling terjalin dan tidak terpisahkan sama sekali.kedua kecerdasan berikut merupakan bagian yang interaktif
dalam jiwa raga.

Dalam sisi kepribadian manusia, ternyata terdiri dua dimensi yang berbeda, yakni sisi rasional dan sisi emosional. Sisi rasional menyangkut kapabilitas manusia dalam menghitung, meneliti, berkhayal sebab akibat, menjalankan mesin dan produksi sesuatu. Sementara sisi emosional mempunyai nuansa perasaan, menyangkut keadaan hati gembira, sedih, kecewa, tegang, takut, sampai pasrah.

Artikel lainnya : motivation letter

Seberapa sanggup seseorang menanggulangi kesedihan, ketakutan dan mengelola beraneka sisi emosi dalam dirinya itulah yang disebut kecerdasan emosi. Mereka yang emosinya cerdas, ia bakal mengerti dan sanggup menata perasaannya, kapan ia mesti marah, sedih atau kecewa, dan kapan pula ia boleh gembira.

Selain sanggup mengelola emosi diri sendiri, anak yang emosinya cerdas pun pandai mengerti keadaan orang lain. Mereka ringan merasakan perasaan sedih dan ketakutan yang dirasakan temannya, sehingga tumbuh empati mereka untuk menghibur kawan tersebut. Terhadap kawan yang tengah jengkel, marah dan mengejek dirinya pun ia ringan memaafkan.
Kepandaian dalam bersosialisasi, juga tidak benar satu aspek kecerdasan emosi. Anak pandai bergaul, tidak pemalu, dan condong utamakan orang lain, sesudah kepuasannya sendiri tercukupi. Mereka yang amat cerdas emosinya apalagi miliki kapabilitas untuk memimpin teman-temannya, dijadikan panutan dan disukai banyak teman.

Baca Juga :