Tentukan Jurusan ke Universitas Sejak Awal

Tentukan Jurusan ke Universitas Sejak Awal

Tentukan Jurusan ke Universitas Sejak Awal

Persaingan yang kian ketat menjadi tantangan lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Sehingga penting bagi siswa menentukan sejak awal jurusan dan perguruan tinggi negeri mana yang akan dituju.

Manajer Diklat Ganesha Operation, Parulian mengatakan dari sekirar 586 ribu siswa peserta jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), hanya 18,36 persen saja yang lulus atau sekitar 10.946 orang. Dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) persaingannya tak kalah berat. Dari 860 ribu lebih pendaftar, hanya 19,63 persen yang diterima atau sekitar 168.831 orang saja.

”Belum lagi setiap jalur itu punya cara penilaian sendiri,” kata Parulian saat memberi pemaparan pada Meeting on Maximizing Motivation Ganesha Operation di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, belum lama ini.

Untuk itu, persiapan sejak dini mutlak diperlukan. Siswa harus menentukan tujuannya sejak awal, jurusan apa dan perguruan tinggi negeri mana yang diinginkan. ”Ingin kuliah di mana? Tentukan mimpimu! Di Indonesia ada banyak perguruan tinggi negeri yang bisa dipilih bebas,” tegas Parulian.

Keinginan siswa tentunya tak lepas dari cita-cita yang diinginkan. Maka dari itu,

penting untuk membicarakan keinginan siswa dengan orangtua agar tak ada konflik antara siswa dan orangtua. Sebab, hal itu akan mengganggu proses belajar. ”Tidak ada gunanya belajar kalalu tidak punya tujuan,” ujarnya.

Orangtua punya peran penting membantu siswa mencapai kesuksesannya. Salah satunya membantu siswa menentukan skala prioritas. Dari sekian banyak kegiatan siswa, mana yang harus diprioritaskan dalam rangka mencapai tujuannya.

”Siswa kalau ditanya penting atau tidak penting, pilih mana kadang tidak bisa menentukan. Kalau tidak didampingi orangtua, mereka tidak bisa memutuskan mana yang penting dan tidak,” ungkap Parulian.

Peran Orangtua

Manajer Pelayanan dan Peningkatan Prestasi Siswa Ganesha Operation,

Anang Bambang mengatakan GO bukan sekadar bimbingan belajar. GO selalu melibatkan motivasi. Sebab motivasi siswa juga memegang peranan dalam keberhasilan siswa. Maka dari itu, GO konsisten mengadakan pertemuan orangtua untuk membangun motivasi, tidak hanya siswa tetapi juga orangtua.

”Peran orangtua juga besar dalam keberhasilan siswa. Tidak hanya sekolah sebagai lembaga formalnya, GO sebagai non formal, tapi keseharian mereka kan juga bersama orangtua,” pungkas Bambang.

Tidak semua orangtua paham dengan situasi pendidikan saat ini. Misalnya, pada perubahan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), berbagai jalur penerimaan mahasiswa di PTN, serta strategi yang harus diterapkan. Pertemuan orangtua semacam ini penting untuk memberi informasi pada orangtua.

Setiap tahun, GO selalu menggelar pertemuan orangtua atau Parents Meeting sebanyak tiga kali.

Pertama dilaksanakan di awal tahun pelajaran, pertengahan, dan pada akhir tahun sebagai persiapan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

”Pertemuan pertama ini untuk menentukan visi. Kalau mau pilih sekolah tertentu maka tantangannya seperti ini. Kalau pilih sekolah lainnya tantangannya seperti ini. Pertemuan kedua ini untuk mengevaluasi. Kita lihat apa yang harus diubah dalam cara belajarnya atau mengubah visi. Pertemuan ketiga untuk mengoptimalkan dan mengantisipasi, mana yang lemah dan perlu ditingkatkan,” lanjutnya.

 

Sumber :

https://egriechen.info/