Kepala BNPT Luncurkan 4 Buku Pengalaman Tangani Terorisme

Kepala BNPT Luncurkan 4 Buku Pengalaman Tangani Terorisme

Kepala BNPT Luncurkan 4 Buku Pengalaman Tangani Terorisme
Kepala BNPT Luncurkan 4 Buku Pengalaman Tangani Terorisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen (Pol) Suhardi Alius

meluncurkan empat buku yang merupakan kumpulan catatan dan pengalamannya dalam menangani terorisme.

Dalam rilis yang diterima, di Jakarta, Kamis (14/2), menyebutkan, buku satu dari keempat buku itu, yakni “Catatan Suhardi Alius: Memimpin dengan Hati Pengalaman Sebagai Kepala BNPT”; buku kedua “Catatan Suhardi Alius: Pemahaman membawa bencana, Bunga Rampai Penanggulangan Terorisme”; buku ketiga “Catatan Suhardi Alius: Menjalin Sinergi 14 Bulan sebagai Kabareskrim Polri”, dan buku keempat “Catatan Suhardi Alius: Resonansi Kebangsaan Membangkitkan Nasionalisme dan Keteladanan”.

Buku pertama memimpin dengan hati ini menceritakan kumpulan pengalaman reflektif

Suhardi Alius selama memimpin BNPT.

Suhardi menuturkan, upayanya dalam mengatasi terorisme yang tak hanya menggunakan pendekatan hukum, tetapi juga melibatkan bahasa hati yang membuahkan kearifan.

Keberhasilan dapat dilihat dalam penerapan soft power approach di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Deli Serdang, Sumatra Utara yang diasuh mantan teroris, Khairul Ghazali, dan Yayasan Lingkar Perdamaian di Lamongan, Jawa Timur.

Keduanya kini telah menjadi ikon dunia dalam penanganan terorisme.

Kemudian, Suhardi juga mempertemukan seratus mantan narapidana teroris dan keluarga korban

dalam satu forum bertajuk “Silaturahmi Kebangsaan” yang bertujuan untuk saling memaafkan dan menghapus sejarah kelam masa lalu.

Dalam bidang ekonomi, BNPT mendirikan ‘Pop Warung’ di Sukoharjo untuk meningkatkan ekonomi mantan narapidana teroris dan penyintas.

Buku kedua tentang pemahaman membawa bencana menceritakan tentang muncul terorisme dengan beragam propaganda, manipulasi, bahkan berkedok agama.

Buku ini menyebut motif ideologi dan kepentingan menyebabkan mereka rela membunuh manusia dengan biadab, memamerkan kebrutalan, dan tanpa hati nurani.

Buku ini berisi catatan-catatan Suhardi Alius sebagai Kepala BNPT dalam memandang dan menanggulangi terorisme.

Satu hal yang menarik dibahas dalam buku ini adalah tentang dilema kepulangan (FTF) yang dimulai dari runtuhnya pusat kota ISIS di Mosul dan Raqqa.

FTF kemudian kembali ke negaranya masing-masing dan berpotensi melakukan tindakan teror, termasuk Indonesia seperti yang terjadi pada Bom Surabaya.

 

Sumber :

https://www.anythingbutipod.com/sejarah-g30s-pki/