Disdikbud Ajak Siswa di Jayapura Melestarikan Budaya Port Numbay

Disdikbud Ajak Siswa di Jayapura Melestarikan Budaya Port Numbay

Disdikbud Ajak Siswa di Jayapura Melestarikan Budaya Port Numbay
Disdikbud Ajak Siswa di Jayapura Melestarikan Budaya Port Numbay

Upaya pemerintah untuk melestarikan budaya khas ibu kota Provinsi Papua ditindak lanjuti

oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura yang mewajibkan setiap sekolah untuk melestarikan budaya yang ada di kota itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa di Jayapura, Selasa (10/10), mengatakan pihaknya telah memanggil perwakilan guru seni dari tiap sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK dan meminta agar wajib melestarikan budaya Jayapura di setiap sekolah.

“Mulai dari tahun 2016 lalu kita berupaya melestarikan budaya Jayapura atau dikenal

dengan sebutan Port Numbay,” katanya.

Dia mengatakan salah satu upaya yang diprogramkan yakni melestarikan bahasa ibu setempat.
Baca juga : Relawan Mama-Mama Papua Gelar Mimbar Bebas Di Pantai Nabire

Berbicara tentang pelestarian budaya ini dapat mencakup banyak hal, dalam hal ini dapat dilihat dari sisi bahasanya, sisi seni lukisnya, seni patung, ada dari sisi tarian adatnya, ada juga dari sisi makanan tradisionalnya.

“Nah, untuk sekolah-sekolah yang menerapkan dari sisi bahasa kita klaster kan, misalkan SD Yoka Baru

, Perumnas I Waena, Abepura, Kota Jayapura mereka pakai bahasa Jayapura tapi bahasa Sentani,” jelasnya.

Samahalnya dengan beberapa sekolah yang terletak di Kota Jayapura, wajib melestarikan bahasa yang ada di Kampung Kayu Pulau dan Kampung Kayu Batu, yakni dua dari 14 kampung yang ada di Jayapura.

“SD yang berada di sekitar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan juga kita klasterkan wajib menggunakan Bahasa Kampung Enggros dan Kampung Tobati, itu wajib dan kita sudah jalan sejak 2016 hingga 2017 ini,” katanya.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/negara-yang-menjajah-indonesia/