Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Belum Signifikan

Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Belum Signifikan

Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Belum Signifikan
Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Belum Signifikan

BANDUNG–Anggota Komisi IV DPR RI, Rofi Munawar dalam release

yang diterima jabarprov.go.id, Selasa (29/12) menegaskan kesejahteraan nelayanan belum meningkat secara signifikan. Sepanjang tahun 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru sebatas melakukan pencegahan berupa illegal fisihing melalui peledakan kapal.

“Peledakan kapal asing ilegal diakui telah mampu membuat aktivitas illegal fishing menurun, namun dampak dari kebijakan tersebut secara faktual belum mampu memberikan peningkatan kesejahteraan nelayan, khususnya skala kecil dan tradisional. Mengingat di saat yang bersamaan, KKP mengeluarkan Permen No 2 Tahun 2015 yang mengatur alat tangkap, yang secara simultan ironisnya solusi alternatif alat tangkap penggantinya belum ada hingga saat ini.

Fakta yang berkembang saat ini, aspek pencegahan yang massif,

tidak diimbangi dengan perbaikan alat produksi nelayan dan efisiensi tata niaga ikan di tingkat konsumen. Hal ini menyebabkan harga ikan yang tinggi ditingkat konsumen, namun pembelian yang rendah ditingkat nelayan.

Secara umum NTN yang rendah dapat disimpulkan sebagai hal yang tidak merangsang pertumbuhan produksi hasil tangkapan dan memberi peluang terhadap berpindahnya beberapa sumber daya sektor perikanan ke sektor lain. Bila hal ini terjadi, maka sumbangan (share) sekor perikanan dan kelautan yang masih relatif kecil terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akan sulit untuk ditingkatkan.

“Upaya untuk meningkatkan pendapatan nelayan diantaranya melalui

perbaikan teknologi penangkapan, penyediaan modal berbunga rendah, serta peningkatan SDM nelayan. Sedangkan untuk mengefisienkan biaya melalui pemberian insentif dalam operasional, subsidi alat tangkap, pengadaan stasiun BBM di dekat lokasi PPI/TPI dengan harga subsidi.

Oleh karena itu, diharapkan kebijakan industri pengolahan hasil perikanan nasional dapat serius diwujudkan oleh KKP. Mengingat, industri pengolahan hasil perikanan di Indonesia memiliki banyak peluang dan cukup kompetitif.

“Bergeraknya industri pengolahan ikan nasional, ujar Rofi dipastikan akan menyerap tenaga kerja, meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan, menjadi sumber devisa negara, mendorong penerapan teknologi tepat guna, memotivasi pengusaha untuk menerapkan standar terbaik kualitas, menjaga kelestarian ekosistem laut, serta berperan dalam pemerataan dan pendistribusian hasil produksi perikanan. (NR)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436557/apa-itu-tabel-periodik-unsur/