Mendongeng di dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Mendongeng di dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Mendongeng adalah merupakan keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif yang jadi anggota berasal dari keterampilan berbicara. Keterampilan mendongeng sangat perlu bagi untuk tingkatkan keterampilan berkomunikasi juga sebagai pengembangan ketrampilan seni. Mendongeng adalah menceritakan dongeng yakni cerita yang tidak sangat terjadi; terutama mengenai kisah zaman dulu.

Dalam Permen Diknas tahun 2006 mengenai Standar Isi dimana ada beberapa Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mengisyaratkan bahwa pembelajaran mendongeng/bercerita selalu mendapat porsi yang strategis dan aktual untuk dibelajarkan pada siswa terasa jenjang pendidikan dasar hingga menengah. cara membuat hidroponik sederhana

Mendongeng di dalam Kegiatan Belajar Mengajar
Saat ini, aktivitas mendongeng udah jarang dilakukan oleh guru di dalam sistem studi mengajar gara-gara dengan adanya perkembangan ilmu ilmu dan teknologi. Sebenarnya aktivitas mendongeng mampu dijadikan konsep strategi bagi guru untuk lebih memaksimalkan di dalam sistem aktivitas studi mengajar. Selain sebagai alternatif pilihan sistem pembelajaran, mendongeng mampu menyegarkan suasana kelas, pikiran siswa serta mampu tingkatkan kekuatan ketrampilan berbicara guru.

Mendongeng tidak hanya dilakukan pada waktu pembelajaran bhs Indonesian saja, melainkan mampu juga dilakukan pada bidang studi lainnya, hanya saja porsi waktu yang sesuai atau sebagai pengantar mata pelajaran tersebut atau tatkala siswa mengalami kejenuhan belajar. Kita menyadari bahwa mendongeng atau bercerita adalah perihal yang cukup diminati oleh seluruh orang.

Yang lebih perlu adalah bagaimana guru memulai mendongeng secara tertata tiap tiap hari biarpun di dalam jangka waktu pendek daripada di dalam jangka waktu panjang tapi tidak teratur. Mungkin siswa terbuai dengan dongeng, maka guru mampu sedikit berdiskusi mengenai apa saja yang dia tanyakan. Atau apabila siswa minta diceritakan sekali lagi, tidak ada salahnya mencukupi permintaannya. Bisa pula aktivitas ini dialihkan perlahan-lahan, apabila dengan menyuruh siswa merampungkan tugas-tugasnya cocok dengan cerita yang baru didengarnya dan guru mampu mengatakan bahwa besok bakal mendongeng lagi dengan cerita yang lain.

Semua orang tentu menyukai cerita bahkan anak-anak. Saat dimana anak mengembangkan imajinasi dan memperluas minatnya adalah disaat ia mendengarkan cerita. Dengan cerita, anak studi mengenal manusia dan kehidupan serta dirinya sendiri. Lewat cerita-cerita yang guru sampaikan, anak meluaskan dunia dan pengalaman hidupnya. Oleh gara-gara itu mendongeng atau bercerita pada anak perlu dilakukan sejak dini.

Untuk itu, seorang guru yang jadi pendongeng dituntut mampu manfaatkan fasilitas fisik bersifat alat penghasil suara secara optimal serta mampu manfaatkan fasilitas fisik lainnya, yakni tubuh dan anggota tubuh untuk laksanakan mimik dan pantomimik yang menarik.