Guru Ngaji Diberikan Insentif

Guru Ngaji Diberikan Insentif

Guru Ngaji Diberikan Insentif

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan apresiasinya kepada para guru ngaji yang telah membimbing dan mendidik anak-anak, khususnya dalam bidang keagamaan dan membentuk karakter. Atas dasar itulah Pemkot Bogor memberikan insentif kepada mereka.

Kepala Bagian

Besaran insentif yang diberikan kepada para guru ngaji itu, disebutkan Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Kemasyarakatan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Iman saat acara silaturahmi dan pemberian insentif untuk guru ngaji di Masjid Roosniah Al-Achmad, Bogor Nirwana Residence (BNR), Senin (14/08/2017), yaitu sebesar Rp 50 ribu per orang setiap bulannya.

Pemkot Bogor

“Insentif guru ngaji ini Pemkot Bogor di tahun 2017 menganggarkan untuk 10 bulan. Dan untuk beberapa bulan yang lalu kita sudah berikan untuk tiga bulan,” jelas Iman.

Khusus untuk pemberian insentif kali ini, lanjutnya, Pemkot Bogor memberikannya secara penuh selama 7 bulan. “Semoga di tahun-tahun berikutnya Pemkot Bogor telah menganggarkan untuk 12 bulan,” paparnya.

Di tempat yang sama

Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, seperti yang pernah disampaikannya beberapa waktu yang lalu bahwa diantara enam program hampir keseluruhnnya fokus pada pembangunan fisik. Tetapi, ada satu program yang juga menjadi perhatian dan prioritas Pemkot Bogor yaitu pembangunan karakter.

“Membangun karakter sama dengan membangun akhlak. Membangun karakter sama dengan membangun manusia. Bukan saja raganya, tapi juga jiwanya. Karena tidak cukup hanya di sekolah, mengikuti kursus-kursus, tapi harus langsung masuk ke rumah-rumah,” terang wali kota.

Oleh karena itu, katanya, yang paling strategis dan paling penting adalah seperti apa yang dilakukan para guru ngaji. “Karena di tangan bapak-ibu sekalian karakter dari anak-anak di Kota Bogor sebagai generasi penerus akan dibentuk,” imbuhnya.

Sekedar informasi

Ada 2.398 guru ngaji yang memperoleh insentif tersebar di enam kecamatan dan dibagikan di masing-masing kecamatan secara bertahap selama 10 bulan dengan total anggaran sekitar Rp. 1,2 Miliar.

Artikel terkait :