TPID Susun Strategi Pengendalian Inflasi 2019

TPID Susun Strategi Pengendalian Inflasi 2019

TPID Susun Strategi Pengendalian Inflasi 2019
TPID Susun Strategi Pengendalian Inflasi 2019

Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID ) Provinsi Jawa Barat dan kota-kabupaten se-Jawa Barat

telah menyusun strategi pengendalian inflasi 2019 sesuai Roadmap Pengendalian Inflasi yang disinergikan dengan 4 Kunci Strategis (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif) serta RPJMD Jawa Barat 2018-2023.

Berbagai program yang direkomendasikan antara lain Integrated farming antara klaster ayam ras dengan klaster jagung; Penguatan peran BUMDes Pangan dengan BUMD Pangan sebagai holding company-nya; rebranding beras BULOG; pembangunan pasar induk daerah.

“Kemudian penyusunan Perda untuk menetapkan batas atas biaya pendidikan hingga perbaikan kualitas data neraca pangan di tingkat Provinsi dan kota/kabupaten se-Jawa Barat,” ujar Dony P Juwono, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat , Sabtu (2/3/2019).

Dilain hal, BI juga menyebutkan Inflasi Provinsi Jawa Barat pada Februari 2019

tetap terkendali sesuai dengan sasaran inflasi. Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Barat mengalami penurunan dari 133,89 pada Januari 2019 menjadi 133,82 pada Februari 2019.

Penurunan IHK tersebut menunjukan angka deflasi sebesar 0,05% (mtm). Kelompok barang yang mengalami deflasi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 0,85% (mtm) serta kelompok Transpor, Komunikasi & Keuangan sebesar 0,01% (mtm).

Secara komoditas, andil deflasi bulanan terbesar berasal dari telur ayam ras, bawang merah, cabai merah

, daging ayam ras serta bensin.

Secara tahun ke tahun, inflasi Jawa Barat pada Februari 2019 tercatat sebesar 2,61% (yoy) atau secara tahun kalender sebesar 0,28% (ytd). Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok Sandang sebesar 4,89% (yoy) disusul oleh kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 4,70% (yoy) dan kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 4,05% (yoy).

Secara spasial, dari tujuh kota perhitungan inflasi2, enam kota mengalami deflasi, antara lain Kota Bogor sebesar 0,40% (mtm); Kota Cirebon sebesar 0,16% (mtm); Kota Sukabumi sebesar 0,14% (mtm); Kota Tasikmalaya sebesar 0,11% (mtm); Kota Bandung sebesar 0,08% (mtm) dan Kota Depok sebesar 0,05% (mtm). Dari tujuh kota, hanya Kota Bekasi yang mengalami inflasi sebesar 0,17% (mtm).

Inflasi yang terjadi di Kota Bekasi didorong terutama oleh kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau. Jo

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/kulit-berfungsi-sebagai-alat-ekskresi-karena/