Faktor Eksternal Penyebab Penyimpangan Sosial

Faktor Eksternal Penyebab Penyimpangan Sosial

Faktor Eksternal Penyebab Penyimpangan Sosial
Faktor Eksternal Penyebab Penyimpangan Sosial
  • Keluarga

Mengapa keadaan keluarga berpengaruh terhadap munculnya penyakit sosial ? Hal ini dikarenakan keluarga adalah guru pertama, guru yang mendidik anak untuk pertama kalinya. Keluarga memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak. Baik buruknya anak juga sangat dipengaruhi oleh didikan orang tuanya.
Jika kedua orang tua tidak bisa mendidik anaknya dengan baik. Maka anak tersebut tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. Pada akhirnya anak menjadi nakal. Bandel dan bahkan yang paling ekstrim adalah durhaka kepada orang tua.
Mirisnya, banyak anak-anak di Indonesia yang mengalami korban kasus broken home. Anak korban broken home ini tentu rentan terjerumus kenakalan remaja, misalnya penyalahgunaan narkoba.
Orang tua yang kurang selektif dalam berperilaku juga rentan ditiru oleh anaknya. Misalnya ayah Tejo suka merokok. Bukan tidak mungkin anaknya akan mengikuti jejak ayahnya untuk merokok. Hal kecil seperti inilah yang perlu diperhatikan oleh orang tua.
Berbagai bentuk perilaku tersebut perlu di waspadai oleh setiap orang tua, bagaimana mendidik anak dengan baik sehingga memiliki mental yang tangguh, berakhlak mulia, berperilaku santun, dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif.
  • Masalah Ekonomi

Di Indonesia, masih banyak orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini, apabila dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan kecenderungan sosial, dimana penyimpangan sosial akan dengan mudahnya dilakukan.
Jika orang tua belum.tidak mampu memberikan kebutuhan materi karena kemiskinan, maka anak akan melampiaskan kekecewaannya di luar rumah. Pergaulan yang salah diluar rumah tentu akan memicu perilaku menyimpang.
Maka dari itu, pembentukan karakter yang baik berlandaskan norma dan nilai-nilai agama perlu dilakukan oleh orang tua kepada anaknya, sehingga anak tidak ikut terjerumus kepada penyimpangan, bahkan tetap semangat dan berusaha menjalani hari-harinya.
Contoh permasalahan ekonomi ini yaitu masyarakat yang hidup di sekitar tempat wisata, bagi anak yang tidak mendapatkan kebutuhan materi yang cukup dan kurangnya iman akan menjerumuskan anak kepada perilaku menyimpang seperti, judi, miras, prostitusi, dan menjadi preman.
  • Pergaulan

Jika teman pergaulan seseorang itu rata-rata baik maka orang tersebut akan berperilaku baik, sebaliknya jika teman pergaulannya tidak baik maka orang tersebut akan terjerumus.ikut-ikutan menjadi tidak baik pula. Hal ini akan menyebabkan seseorang terpengaruh ke hal-hal negatif yang sekiranya melanggar norma, aturan dan tatanan nilai dalam masyarakat.
  • Media Masa

Media masa akan menjadi pedang dua sisi, jika kita menggunakannya dengan baik maka kita memperoleh manfaat begitu pula sebaliknya.
Misalnya tayangan di televisi yang kurang mendidik sangat mudah mempengaruhi kepribadian anak dan remaja yang sedang dalam tahap mencari jati dirinya. Sinetron atau acara yang menayangkan sadisme, kriminalitas, materialisme, dan pornografi sangat berpengaruh terhadap jiwa perkembangan psikologis anak.
Masuknya Kebudayaan Asing di Era globalisasi
Saat ini arus globalisasi telah nampak di berbagai sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Budaya asing yang sekiranya kurang baik. Menyimpang dari tatanan sosial sangatlah mudah untuk masuk ke dalam roda kehidupan masyarakat. Akibatnya masyarakat akan terbawa arus dan mengikutinya. Misalnya saja anak muda  kekinian yang mengikuti trend budaya luar, glamour dan pamer tubuh.
  • Pelabelan atau Ingin dipuji

Ketika seseorang melakukan hal menyimpang, kerap kali banyak cibiran yang datang dari orang-orang di sekitarnya. Penyimpangan yang dilakukan berulang kali akan menjadikan orang-orang memberinya julukan/cap/label negatif. Awalnya pelaku hanya melakukan penyimpangan primer, namun karena  di cap oleh orang di sekitarnya dia akhirnya melakukan penyimpangan sekunder.
Baca Artikel Lainnya: