Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial
Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial dibedakan menjadi 2 macam/bentuk, yaitu berdasarkan kadar penyimpangan dan berdasarkan pelaku penyimpangan.

a.) Berdasarkan Pelaku penyimpangan

  • Penyimpangan Perseorangan (individu)
Penyimpangan ini dilakukan secara perorangan tanpa campur tangan pihak lain. Orang yang melakukan penyimpangan secara individu biasanya akan dianggap sebagai seseorang yang nakal, bandel, pembangkang atau pelanggar aturan. Contoh dari penyimpangan individu ini yaitu :
Oknum polisi lalu lintas yang meminta uang karena pelanggar (korban tilang) tidak mau ditilang, pejabat negara yang korupsi, munafik, dan perusuh. Siswa yang mencontek ketika ulangan, anak yang belum memiliki SIM sudah mengendarai motor atau mobil.
  • Penyimpangan Kelompok
Merupakan perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara bersama-sama untuk melakukan penyimpangan. Contoh penyimpangan ini adalah pemuda pesta narkoba, sindikat pencurian sepeda motor, tukang begal, sekelompok preman yang memeras pedagang kaki lima, tawuran, bentrok antar warga, pesta bikini, dan lain sebagainya.
  • Penyimpangan Campuran
Penyimpangan campuran dapat diartikan sebagai golongan sosial yang memiliki organisasi terstruktur. Sehingga, individu ataupun kelompok di dalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan dan mengabaikan norma masyarakat yang berlaku. Misalnya remaja yang putus sekolah atau pengangguran yang frustasi dari kehidupan masyarakat. Dengan seorang pemimpin, mereka bersatu ke dalam organisasi rahasia yang menyimpang dari norma umum (geng/gangster)

b.) Berdasarkan Sifat Penyimpangan

  • Penyimpangan Positif
Perilaku yang tidak wajar yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang, namun memiliki dampak positif bagi dirinya maupun orang lain.
Penyimpangan ini bukan sepenuhnya penyimpangan, namun lebih cenderung memiliki kesan tidak wajar. Penyimpangan positif biasanya diterima masyarakat karena sesuai dengan perkembangan zaman.
Contohnya : anak perempuan yang rambutnya menyerupai laki-laki tapi suka main bola, sopir atau kondektur perempuan, petinju wanita, binaragawan wanita, penari balet laki-laki, dan lain-lain.
  • Penyimpangan Negatif
Penyimpangan yang mengarah pada perilaku yang dipandang rendah dan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Contohnya : membolos, mencontek, melanggar tata tertib, melakukan tindak kriminal.

c.) Berdasarkan Berat/Ringannya Penyimpangan

  • Penyimpangan Primer (ringan)
Penyimpangan ini termasuk ke dalam penyimpangan ringan. Penyimpangan yang seperti ini dilakukan pada saat tertentu saja (insidental) dan umumnya tidak merugikan orang lain.
Contoh dari penyimpangan ini yaitu mencorat-coret dinding tembok, siswa terlambat ke sekolah, pengendara yang melanggar tata tertib berlalu-lintas, dan tidak taat/telat membayar pajak.
  • Penyimpangan sekunder (berat)
Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan berat yang dilakukan berulang kali atau terus menerus dilakukan meski telah diberi sanksi.  Penyimpangan ini menjurus kepada tindak kriminal, seperti pencurian, perampokan, begal, pemerkosaan, dan pembunuhan. Maka dari itu, sudah sangat jelas perilaku penyimpangan ini merugikan orang lain. Para pelaku penyimpangan ini dapat dikenai sanksi tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.