Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Pengertian Pendidikan

Istilah pendidikan berasal dari kata didik yang diberi awalan pe dan akhiran kan, mengandung arti perbuatan (hal, cara, dan sebagainya). Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogie, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Pada dasarnya pendidikan merupakan sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. Pendapat lain mengatakan bahwa pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah dan madrasah) yang digunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap dan sebagainya. Pendidikan dapat berlangsung secara informal dan nonformal di samping secara formal seperti di sekolah, madrasah, dan institusi-institusi lainnya.

Pengertian Al Qur’an

Kata Al Qur’an berasal dari kata kerja qara’a yang berarti membaca dan bentuk masdarnya adalah Al Qur’an yang berarti bacaan. Al Qur’an adalah perkataan Allah SWT. Yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. Melalui Malikat Jibril dengan Lafal dan maknanya. Al Qur’an terdiri dari 114 dan 30 juz.

Al Qur’an berfungsi sebagai wahyu Allah SWT. Menempati possisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran islam. Al Qur’an juga berfungsi sebagai pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Allah SWT. Berfirman dalam Surat Al-Isrā Ayat 9 berikut ini :

Artinya :

Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (Q.S. Al-Isrā:9)

Secara garis besar isi AL Qur’an dapat dikelompokan ke dalam tiga kelompok bahasan sebagai berikut:

Pembahasan menegenai prinsip-prinsip akidah meliputi Iman kepada Allah SWT. Prinsip-prinsip akidah melipitu shalat (Q.S.Al-Baqarah:45), zakat (Q.S.Al-Baqarah-116), malaikat (Q.S.Ar-Ra’d:38), rasul-rasulnya (Q.S.Al-A’Raf:35), hari akhir (Q.S. Hud:123), serta qada dan qadar (Q.S. An-Nahl:36).
Pembahasan mengenai prinsip-prinsip ibadah. Prinsip – prisnip ibadah itu meliputi kewajiban shalat (Q.S.Al-Baqarah:45), zakat (Q.S.At-Taubah:60), puasa ramadhan (Q.S. AlBaqarah: 183) dan haji (Q.S. Al-Hajj: 27).
Pembahasan mengenai prinsip-prinsip syariat. Prinsip-prinsip pembahasan tentang manusia (Q.S. Maryam:37), masyarakat (Q.S. Yunus: 19), masalah sosial (Q.S.-Al Ahzab: 6), masalah ekonomi (Q.S. An-Nisa’: 29), musyawarah (Q.S. Asy-Syura: 38), sejarah (Q.S. Al-Anbiya’:95), hukum perkawin (Q.S. An-Nur: 32), hukum waris (Q.S. Al-Baqarah; 180), hukum perjanjian (Q.S. Al-Anfal: 56), hukum pidana (Q.S. Al-Ma’idah: 38), hukum perang (Q.S. Al-Hajj: 39) dan hukum antar bangsa (Q.S. Al-Hujurat: 13).

 

Sejarah Turunnya Al Qur’an

Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW.

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi :

Artinya :

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq : ayat 1-5).

Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara’ bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo’ ).

Sebagian muslim, memperingati waktu terjadinya peristiwa tersebut secara khusus. Di Indonesia setiap tanggal 17 Ramadhan, biasanya dilakukan ceramah atau pengajian khusus bertemakan Nuzulul Qur’an.

Pentingnya Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Sebagai umat muslim atau umat beragama islam pastilah tahu bahwa percaya pada kitab-kita suci Allah merupakan rukun iman yang ketiga yang harus kita jalani dan percaya. Hal tersebut harus kita lakukan sejak dini.

Kitab-kitab suci Allah adalah kita Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an. Al- Qur’an ditutunkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, untuk dijadikan sebagai petunjuk dan pedomana bagi seluruh umat manusi , bukan hanya untuk bangsa Arab. Sebagaimana firman Allah :

Artinya :

Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad agar dia menjadi pemberi peringatan bagi seluru alam (jin dan manusia). (Q.S. Al-Furqan [25]:1)

Al-Qur’an mempunyai sekian banyak kedudukan yang penting dan strategis seperti di bawah ini :

a. Sebagai Wahyu Allah. S.W.T. Yang Diturunkan Kepada Nabi Muhammad S.A.W
Al-Qur’an sebagai wahyu Allah memuat segala aturan hidup dan berisis petunjuk untuk kenahagian manusi adi dunia dan akhirat. Segala hal yang terdapt dalam Al-Qur’an bukan buatan Nabi Muhammad S.A.W, tetapi, bagi orang-orang kafir keberadaan masih saja meningkatkan keingkaran dan kedurhakaan mereka.

b. Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad S.A.W
Al-Qur’an merupakan mukjizat yang paling besar dan dapat bertahan sampai akhir zaman, karena Al-Qur’an sanggup menjawab segala tentangan zaman.

c. Sebagai Pedoman Hidup Manusi aAgar Tercapai Kebahagian Di Dunia Dan Akhirat
Orang yang berpedoman pada Al-Qur’an termasuk kedalam golongan orang yang bertaqwa yang dijanjikan hidupnya bahagia lahir dan batin, serta selamat dunia akhirat.

d. Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum Islam
Al-qur’an sebagai sumber pokok dan dalil pertama dalam hukum islam, serta sebagai hakim tertinggi dalam memutuskan masalah atau persoalan yang dihadapi manusia.

Pendidikan atau belajar membaca Al-Qur’an, memahami kandungan Al-Qur’an dan mengamalkan isi dari Al-Qur’an itu sangat penting karena :

– Al-Qur’an sebagai kitab Allah S.W.T menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajarn Islan dan berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat.

– Al-Qur’an merupakan sumber hukum yang pertama dan utama. Sebagai sumber hukum, Al-Qur’an berisi ajaran yang paling lengkap sekaligus membenarkan seluruh kitab sebelumnya. Al-Qur’an juga memuat hukum-hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesamanya, diri sendiri, dan alam sekitar.

– Al-Qur’an berisi ajaran dan konsep-konsep kehidupan yang tidak lekang oleh zaman dan masa.

– Al-Qur’an adalah kitab petunjuk memberikan tuntutan dalam persoalan-persoalan akidah, akhlak, syariat dan budi pekerti.

– Al-Qur’an diturunkan untuk membuka leba-lebar mata manusia agar mau menyadari jati diri dan hakikat keberadaan mereka di pentas bumi, sehingga tidak terlena dalam kehidupan ini.

Sehingga pada prinsipnya Al-Qur’an sangatlah penting untuk dipelajari, dipahami dan diamalkan sejak dini, sebab Al-Qur’an merupakan petunjuk dan pedoman Allah S.W.T. bagi seluruh umat manusia dalam mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Agar kita selalu berada di jalan yang benar dan diridhai Allah S.W.T. Dan Al-Qur’an juga merupakan hakim tertinggi dalam memutuskan masalah atau persoalan yang dihadapi manusia.

Dan apabila kita pelajari Al-Qur’an sejak dini maka dalam menjalankan dikemudian hari kita merasakan kesulitan lagi, karena kita sudah terbiasa sejak dini untuk mempelajari, memahami dan mengamalkan isi dari Al-Qur’an.

Kebaikan Membaca Al-Qur’an

Adapun kebaikan dari membaca Al Al-Quran adalah sebagai berikut :

Ibn Mas’uud r.a berkata : Rasullullah S.A.W bersabda :
Siapa yang membaca satu huuf dari kitab Allah (Al-Qur’an) maka ia mendapat pahala untuk tiap hurup hasnat, dan tiap hasnat itu berlipat ganda sepulu kali lipat, saya tidak berkata : Alif, lam itu satu huruf, tetapi alif satu hurufdan mim satu huruf. ( H.R. Alhaakim )

Mu’adz bin Anas r.a berkata : Naba S.A.W bersabda :
Siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalakan isinya (ajaranya) maka Allah akan memberi pada kedua orang tuannya mahkota pada hari kiamat yang lebih terang dari cahaya matahari kedalam rumah di dunia ini, maka bagaimanakah dugaanmu terhadap orang yang berbuat itu sendiri. ( H.R. Ahmad )

Baca Juga :