Potensi Sumber Daya Indonesia untuk Menuju Ketahanan Pangan

Potensi Sumber Daya Indonesia untuk Menuju Ketahanan Pangan

Jika anda sudah membaca artikel perihal ketahanan pangan, bahan industri serta energi baru dan terbarukan, anda bakal sadar layaknya apa sumber energi alam yang dimiliki oleh Indonesia. pad artikel tersebut terhitung dibahas perihal ketahanan pangan. Nah artikel kali ini terlalu perihal bersama dengan artikel tersebut. Sekarang kita bakal studi perihal potensi apa sih yang dimiliki Indonesia yang dapat digunakan untuk menggapai sebuah ketahanan pangan? Penasaran? Yuk liat penjelasannya!

Kamu pastinya sadar dong jikalau negara kita ini terlalu kaya sumber energi alamnya. Tentunya kekayaan sumber energi alam itu harus dapat dimaksimalkan bagi keberlangsungan hidup manusia, yang tentu tidak merusaknya. Nah untuk menggapai sebuah situasi ketahanan pangan, ada lebih dari satu komponen yang dibutuhkan dan harus terpenuhi, yaitu:

1. Kecukupan ketersediaan pangan;

2. Stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi musim atau tahun;

3. Keterjangkauan terhadap bahan pangan;

4. Kualitas dan keamanan bahan pangan.

Untuk menggapai ketahanan pangan nasional kita harus mengembangkan sumber energi dan potensi lokal, tersebut adalah lebih dari satu potensi kekayaan alam di Indonesia dan persebarannya.

A. Potensi dan sebaran Pertanian

Indonesia berapa di lokasi khatulistiwa. Keadaan tersebut menjadikan Indonesia menjadi sebuah negara beriklim tropis yang mendapat curah hujan tinggi.

Selain itu, gara-gara berada di jalur vulkanis yang cukup aktif, menjadikan Indonesia memiliki banyak gunung berapi. Artinya Indonesia memiliki tanah yang bakal mineral dan subur, dan itu terlalu baik untuk pertanian.

Beberapa potensi yang sudah dikembangkan di sektor pertanian antara lain:

1. Padi di hampir seluruh tempat di Indonesia

2. Jagung, tanaman yang sempat menjadi makanan pokok penduduk Madura dan NTT dihasilkan di tempat tersebut, walaupun pulau Jawa terhitung menyumbang kuantitas yang signifikan.

3. Ubi Kayu (Singkong).

Tanaman yang mudah ditanam, dapat di tanah basah atau kering dan dapat tumbuh di ketinggian hingga 800 mdpl. Pemasok terbanyak tanaman ini di Indonesia adalah Jawa Barat.

B. Potensi dan Sebaran Perkebunan

Seperti sudah dijelaskan di atas, gara-gara suburnya tanah dan mendukungnya alam Indonesia, rakyat Indonesia dapat menanam apa saja dan bakal tumbuh. Sehingga bukan hanya pertanian, namun sektor perkebunan terhitung dapat turut dimaksimalkan untuk menolong ketahanan pangan.

Beberapa potensi sektor perkebunan yang ada dan dapat dikembangkan antara lain:

1. Tebu

Bahan pokok untuk gula ini terlalu banyak dan mudah tumbuh di pulau Jawa. Daerah penghasil tebu utama contohnya Jawa Timur, Cirebon, Lampung. Jawa Timur adalah penghasil gula terbesar.

2. Kelapa Sawit.

Bukan menjadi hal yang aneh, Sumatra adalah salah satu perkebunan dan penghasil kelapa sawit paling banyak di Indonesia. Hampir seluruh tempat di Sumatra tentu mempunyai perkebunan kelapa sawit.

3. Kopi

Dengan tengah meningkatnya tren ngopi-ngopi lucu di Indonesia, dan biji kopi Indonesia yang dapat dikatan memiliki kualitas yang baik, seharusnya dapat dimanfaatkan bersama dengan segera. Penghasil kopi Indonesia yang populer adalah Lampung, Jawa Timur, dan Bengkulu.

C. Potensi dan Sebaran Peternakan serta Perikanan

Daging sebagai salah satu sumber protein yang terlalu penting terhitung harus dikembangkan. Indonesia sebagai negara yang memiliki lahan yang besar tak hanya untuk digunakan bertani dan berkebun, lahan tersebut terhitung dipakai oleh para pemilik hewan untuk menggembalakan ternaknya.

Peternakan dapat dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan apa yang diternakkan oleh pemilik peternakan tersebut. Peternakan besar untuk sapi, kerbau. Sedang untuk kambing dan domba, serta peternakan kecil untuk unggas.

Peternakan secara umum, menyebar secara merata di seluruh tempat di Indonesia. Tetapi ada lebih dari satu tempat yang lebih fokus kepada hewan tertentu gara-gara keadaannya lebih menolong dan dapat menghasilkan hewan ternak yang berkualitas baik. Seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah yang menjadi sentra sapi potong, atau Aceh untuk populasi kerbau ternak terbesar, ayam di Jawa dan Kalimantan, babi di NTB, atau kuda di NTT.

Sebagai negara maritim dan mempunyai laut yang luas, potensi perikanan laut Indonesia sangatlah kaya. Selain itu, situasi alam bawah laut Indonesia terhitung tidak dapat dilihat sebelah mata jikalau menekankan faktor keindahan, keragaman, dan pariwisata. Hal-hal di atas sepanjang ini belum ditingkatkan secara optimal oleh pemerintah.

Lain air laut, lain pula air tawar. Perikanan air tawar di Indonesia terhitung menjadi salah satu potensi yang tidak dapat di anggap remeh. Dengan banyaknya sumber air tawar yang mengalir, danau, sungai, serta waduk, menjadikan perikanan air tawar adalah bisnis dan potensi yang menggiurkan.

Tambak-tambak/budidaya ikan air tawar menyebar secara merata di Indonesia. Hal ini gara-gara ada ketersediaan sumber air dan hal pendukung lainnya.

Nah Squad, anda sudah sadar kan apa saja potensi dan persebaran sumber energi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di Indonesia? Sekarang untuk memajukannya, anda hanya harus belanja produk lokal dari pedagang lokal saja. Selain mesejahterakan petani, hal yang anda lakukan ini terhitung baik kepada negara, gara-gara negara masih dapat mengeksport sisa yang tidak di butuhkan untuk devisa negara.

Baca Juga :