Kompetensi Keahlian Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Terus Dikembangkan

Kompetensi Keahlian Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Terus Dikembangkan

Sebanyak 18 sekolah menengah kejuruan (SMK) mengekor program Peningkatan Kualitas Sekolah Menengah Kejuruan, yakni penambahan kualitas tenaga kerja terampil yang dibuka dengan menyelaraskan kurikulum sekolah dengan keperluan industri.

Program yang dikerjakan serius semenjak 2011 oleh Djarum Foundation itu melibatkan tenaga profesional untuk memastikan keselarasan kurikulum sekolah dan keperluan industri. Beberapa kompetensi sudah dikaji ulang secara lengkap untuk memenuhi keperluan industri ketika ini, mulai bidang teknologi rekayasa, maritim, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.

“Jadi, sesudah kurikulumnya diselaraskan, tahapan berikutnya mengajar guru dan menyerahkan sertifikasi yang cocok dengan standar industri. Tujuannya untuk menambah kualitas tenaga kerja terampil di SMK supaya bisa menjadi opsi utama untuk lulusan SMP sampai-sampai lebih siap masuk ke dunia kerja,” kata Primadi H. Serad, Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation, dalam penjelasan tertulis trafik ke SMK PGRI 1 Kudus, Selasa (25/9/2018).

Primadi menambahkan bahwa proses pembelajaran yang berbobot | berbobot | berkualitas juga menuntut kemudahan berstandar industri guna meminimalkan kesenjangan antara pelajaran yang dipelajari di sekolah dengan fakta yang akan dirasakan para alumni SMK di lokasi kerjanya.

Sebagai tahapan terakhir, lanjut dia, program tersebut mengerjakan Teaching Factory untuk mengajar kesiapan siswa mengisi pekerjaan nyata yang diserahkan oleh industri untuk sekolah. Di bengkel kerja ini semua siswa diminta bekerja cocok dengan tuntutan pelanggan.

“Sampai tahun ini telah ada 16 kompetensi dari empat bidang kemahiran yang sudah diselaraskan guna menghasilkan alumni yang kompetitif memenuhi keperluan tenaga kerja di Indonesia dan internasional,” ucap Primadi.

Beberapa bidang tersebut di antaranya ialah pelajaran.id Teknologi Rekayasa, Kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Gambar Bangunan, Kimia Industri, Teknik Pengelasan, Teknik Pemesinan, dan Teknik Otomasi Industri untuk keperluan industri manufaktur.

“Untuk bidang maritim kompetensi yang diselaraskan ialah Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Ini kami siapkan guna memasok perwira muda yang mengisi syarat guna bekerja pada jalur pelayaran internasional,” kata Primadi.

Adapun bidang Ekonomi Kreatif, Interior Desain, Tata Busana, Rekayasa Perangkat Lunak, Desain Komunikasi Visual dan Animasi telah dinaikkan untuk menajamkan bakat kreatif dengan kemampuan praktis yang relevan dengan industri kreatif.

Sementara itu, di bidang Pariwisata, Perhotelan, Tata Boga serta Tata Kecantikan telah dibentuk ulang untuk membalas permintaan tenaga kerja yang berkembang di industri pariwisata Indonesia.

“Ke depan kami masih hendak mengembangkan lebih tidak sedikit kompetensi kemahiran untuk bidang kegiatan yang diperlukan di masa mendatang,” ucapnya.